edysuryadi.link

Berilmu Berbudi Berbakti

Menu Utama
Beranda Koleksi Buku Tentang Kami Kontak
Kategori
Sejarah Indonesia Sejarah Dunia Spiritual Agama Islam Psikologi Kesehatan Kajian Qur'an Filsafat Pancasila

edyuryadi.link

Berilmu Berbudi Berbakti

  • Home
  • Koleksi
  • Tentang
  • Kontak
INTERLUDE I – Jika Hidup Dimulai dari Kasih Sayang

INTERLUDE I – Jika Hidup Dimulai dari Kasih Sayang

Bayangkan sejenak… jika hidup benar-benar dimulai dari kasih sayang. Bukan dimulai dari ketakutan. Bukan dari keinginan untuk menang. Bukan dari dorongan untuk membuktikan diri. Tetapi dari satu kesadaran sederhana: aku hadir untuk menghidupkan, bukan melukai.

Kita terbiasa mengucapkan bismillāh di awal banyak hal. Namun jarang bertanya dengan jujur: apakah yang sedang aku lakukan ini layak dilakukan atas nama kasih sayang? Di sinilah Basmallah berhenti menjadi lafaz, dan mulai menjadi cermin. Ia tidak lagi sekadar diucapkan, tetapi menilai kita kembali.

Kasih sayang tidak menuntut kesempurnaan. Ia hanya menuntut kejujuran. Kejujuran untuk melihat:
- niat yang tersembunyi,
- dorongan yang tidak disadari,
- dan luka yang masih kita bawa.

Karena sering kali, yang membuat hidup terasa berat bukanlah kenyataan itu sendiri,
melainkan jarak antara diri kita dan fitrah kasih sayang yang kita miliki.

Ketika kita: berkata kasar, menutup mata terhadap penderitaan, atau menyakiti orang lain demi kepentingan sendiri, di saat itulah jarak itu melebar. Dan jiwa… mulai lelah.

Kasih sayang bukan sesuatu yang harus kita ciptakan. Ia sudah ada. Yang perlu kita lakukan hanyalah: berhenti melawannya.

Berhenti membenarkan kemarahan yang tidak perlu. Berhenti memelihara kebencian yang melelahkan. Berhenti mempertahankan ego yang sebenarnya rapuh.

Karena itu, mungkin pertanyaan terpenting bukanlah: apa yang harus aku lakukan selanjutnya? melainkan: dari mana aku sedang memulai hidupku hari ini?

Jika jawabannya bukan dari kasih sayang, maka tidak perlu menyalahkan diri. Cukup kembali. Karena jalan ini tidak pernah benar-benar tertutup. Ia hanya menunggu untuk disadari kembali.

Setelah ruang hening ini, kita akan melihat keluar—bukan untuk mencari pembenaran,
tetapi untuk menyaksikan: apakah benar semesta ini juga berjalan di atas kasih sayang?

edysuryadi.link

Berilmulah untuk berbudi, berbudilah untuk berbakti, dan berbaktilah untuk hidup yang penuh.

Tautan Cepat

  • Beranda
  • Koleksi Buku
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami

Kontak

  • Pondok Aren, Tangerang Selatan, Indonesia
  • +62 21 1234 5678
  • edysuryadi@live.com

Ikuti Kami

Bergabunglah dengan komunitas pecinta sejarah kami

© 2026 edysuryadi.link . Hak Cipta Dilindungi.