Majelis Sejarah

Perpustakaan Digital

Menu Utama
Beranda Koleksi Buku Tentang Kami Kontak
Kategori
Sejarah Indonesia Sejarah Dunia Spiritual Agama Islam Psikologi Kesehatan Kajian Qur'an Filsafat Pancasila

Majelis Sejarah

Perpustakaan Digital

  • Home
  • Koleksi
  • Tentang
  • Kontak
 Bab 2 – Dari Letting Go ke Letting Be

Bab 2 – Dari Letting Go ke Letting Be

Ada masa dalam perjalanan kesadaran ketika kita belajar melepaskan. Kita melepaskan kenangan yang menyakitkan, hubungan yang tidak lagi selaras, penyesalan yang menekan dada. Kita belajar berkata, “Aku ikhlas.” Kita belajar berkata, “Aku lepaskan.”

Itu adalah tahap penting. Letting Go membebaskan kita dari beban yang selama ini kita genggam terlalu erat. Namun di balik upaya melepaskan itu, sering kali masih tersembunyi harapan halus: kita melepaskan agar merasa lebih baik, agar hidup lebih ringan, agar Tuhan mengganti dengan sesuatu yang lebih indah.

Selama masih ada “agar”, kita belum sepenuhnya bebas.

 

Letting Go: Melepaskan yang Digenggam

Letting Go adalah tindakan sadar untuk membuka tangan yang menggenggam. Ia adalah keberanian untuk berkata, “Aku tidak bisa mengendalikan semuanya.”

Namun Letting Go masih berpusat pada objek. Ada sesuatu yang dilepaskan, dan ada seseorang yang melepaskan. Masih ada subjek dan objek. Masih ada “aku” yang berusaha menjadi lebih ringan.

Kita berkata:

“Aku melepaskan masa laluku.”
“Aku melepaskan rasa sakitku.”
“Aku melepaskan orang yang pergi.”

Tetapi selama masih ada “aku” yang merasa sebagai pelaku pelepasan, ego masih berdiri di tengah.

Letting Go adalah langkah pembebasan, tetapi belum sepenuhnya penyatuan.

 

Letting Be: Mengizinkan Tanpa Upaya

Letting Be adalah tahap ketika bahkan keinginan untuk melepaskan ikut dilepaskan.

Ia tidak lagi berkata, “Aku melepaskan,” melainkan, “Aku mengizinkan.”

Mengizinkan rasa hadir tanpa berusaha menyingkirkannya. Mengizinkan kehilangan tanpa mencoba menggantinya. Mengizinkan kebahagiaan tanpa takut kehilangannya.

Di titik ini, tidak ada lagi perjuangan untuk sembuh. Tidak ada lagi dorongan untuk memperbaiki keadaan. Yang ada hanyalah kesadaran luas yang mampu menampung semuanya.

Letting Be bukan tindakan, tetapi keadaan. Bukan usaha, tetapi kehadiran.

 

Ketika Pelepasan Terjadi dengan Sendirinya

Menariknya, ketika kita berhenti memaksa diri untuk melepaskan, pelepasan sejati justru terjadi dengan sendirinya.

Seperti tangan yang memegang batu terlalu lama. Ketika kita menyadari bahwa genggaman itu membuat sakit, tangan terbuka dengan sendirinya. Bukan karena diperintah, tetapi karena dipahami.

Demikian pula dengan luka batin. Ketika kita benar-benar mengizinkan rasa itu hadir tanpa perlawanan, ia perlahan kehilangan cengkeramannya. Bukan karena kita mengusirnya, tetapi karena kita tidak lagi melawannya.

Itulah Letting Be: ruang luas tempat segala sesuatu datang dan pergi tanpa perlu dipaksa.

 

Dimensi Spiritual Letting Be

Pada kedalaman tertentu, Letting Be adalah bentuk kepasrahan tertinggi. Bukan kepasrahan karena lemah, tetapi karena sadar bahwa hidup memiliki kebijaksanaan yang lebih luas dari rencana pribadi kita.

Kita tidak lagi berkata, “Ya Tuhan, jadikan ini sesuai keinginanku,” tetapi mulai merasakan, “Ya Tuhan, jadikan aku selaras dengan kehendak-Mu.”

Perbedaan ini halus namun mendasar. Yang satu berangkat dari ego yang ingin mengatur. Yang lain lahir dari kesadaran yang ingin menyatu.

 

Inti Kesadaran Bab 2

“Letting Go adalah upaya menuju kebebasan.
Letting Be adalah kebebasan itu sendiri.”

 

Latihan Kesadaran – Dari Melepaskan ke Mengizinkan

  1. Ambil satu hal yang sedang kamu coba lepaskan dalam hidupmu.
  2. Rasakan dorongan untuk mengubah atau menghapusnya.
  3. Sekarang ucapkan perlahan dalam hati: “Aku izinkan ini hadir.”
  4. Jangan paksa dirimu untuk tenang. Biarkan rasa itu tetap ada.
  5. Perhatikan perubahan kecil dalam dirimu ketika perlawanan mulai melunak.

Di sana kamu akan merasakan pergeseran halus: dari mengendalikan hidup, menuju menjadi ruang bagi hidup itu sendiri.

Majelis Sejarah

Platform perpustakaan digital yang menyediakan koleksi buku-buku sejarah berkualitas untuk memperkaya pengetahuan dan wawasan Anda.

Tautan Cepat

  • Beranda
  • Koleksi Buku
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami

Kontak

  • Jl. Sejarah No. 123, Jakarta Pusat, Indonesia
  • +62 21 1234 5678
  • info@majelissejarah.id

Ikuti Kami

Bergabunglah dengan komunitas pecinta sejarah kami

© 2026 Majelis Sejarah. Hak Cipta Dilindungi.